PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyatakan bahwa bisnis asuransi marine cargo tetap stabil meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.

Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu (10/6/2026). Manajemen menegaskan bahwa fluktuasi kurs belum berdampak signifikan terhadap kinerja lini tersebut.

>>> Garena Rilis Kode Redeem FF Max Terbaru 10 Juni 2026, Buruan Klaim

Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Jasindo, mengatakan bahwa pelemahan rupiah tidak mempengaruhi bisnis marine cargo secara berarti.

Menurutnya, penentuan premi tidak hanya bergantung pada pergerakan kurs, melainkan juga mempertimbangkan berbagai aspek risiko.

Belum Ada Rencana Ubah Tarif Premi

Hingga saat ini, Jasindo belum merencanakan perubahan tarif premi secara massal. Evaluasi berkala tetap dilakukan untuk mengantisipasi risiko jangka panjang.

>>> Thomas Tuchel Kaget Video Motivasi Timnas Inggris Bocor ke Publik

Risiko yang diantisipasi antara lain kenaikan nilai eksposur pertanggungan dan lonjakan klaim pada objek yang terkait mata uang asing.

Langkah mitigasi yang disiapkan meliputi pengetatan seleksi risiko, pemantauan portofolio, dan penguatan reasuransi. Kebijakan lindung nilai (hedging) juga akan diterapkan secara fleksibel.

Di tingkat industri, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat kenaikan pembayaran klaim marine cargo sebesar 6,7 persen menjadi Rp357 miliar pada Kuartal I-2026, dari Rp335 miliar pada periode sebelumnya.

>>> Kemensos Buka 8.180 Formasi PPPK Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat

Rasio klaim juga meningkat dari 20 persen menjadi 24 persen. Meski demikian, Jasindo optimistis prospek bisnis marine cargo tetap positif.