Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) tahun 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik dosen di seluruh Indonesia.

in1

>>> Virgoun Rilis Lagu Saat Kau Telah Mengerti sebagai Soundtrack Film

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa dosen merupakan aset terbesar pendidikan tinggi. Ia berharap dosen tidak perlu menunggu lama untuk melanjutkan studi doktor.

Brian mengungkapkan bahwa saat ini banyak perguruan tinggi di Indonesia telah memiliki program doktor dengan fasilitas yang memadai.

Ia mengajak para dosen memanfaatkan beasiswa ini untuk meningkatkan kompetensi akademik dan kapasitas riset nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi melaporkan bahwa BPDDI yang mulai dilaksanakan pada 2025 telah memberikan manfaat kepada 1.269 dosen.

Program ini menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualifikasi akademik dosen.

BPDDI bertujuan memberikan akses pembiayaan pendidikan doktor bagi dosen serta meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor.

Sandro berharap program ini dapat mendorong kapasitas riset, teknologi, sains, serta inovasi dan hilirisasi.

>>> Transmart Full Day Sale 21 Juni 2026: Diskon Jumbo Samsung LED TV hingga Rp 1,8 Juta

Pada 2026, BPDDI kembali dibuka bagi dosen tetap perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.

Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian masyarakat, serta daya saing perguruan tinggi.

Dua Skema Beasiswa

BPDDI 2026 dilaksanakan melalui dua skema utama.

Pertama, skema reguler bagi dosen yang menempuh studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa on-going yang sedang menjalani studi maksimal semester tiga.

Kedua, skema joint degree atau dual degree yang dilaksanakan melalui kerja sama perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan durasi pendanaan maksimal empat tahun.

Selain biaya pendidikan, BPDDI memberikan dukungan pembiayaan komprehensif berupa biaya pendaftaran, bantuan penelitian atau disertasi, insentif publikasi jurnal internasional, biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dukungan biaya darurat.

>>> Garena Rilis Sembilan Kode Redeem Free Fire Edisi Mei 2026

Kemdiktisaintek juga menyediakan skema dukungan tambahan bagi dosen penyandang disabilitas, termasuk pembiayaan pendamping selama masa studi.