Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggandeng eks-Pelatih Tim Nasional Sepakbola Indonesia Indra Sjafri untuk mengajak generasi muda gemar berzakat.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid di Jakarta, Minggu, menyatakan Baznas memiliki peran penting dalam mengelola dana zakat, mulai dari penggalangan hingga pendistribusian ke seluruh lapisan masyarakat.

in1

>>> Belanda Hajar Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026

"Baznas programnya menggalang dana, kemudian mendistribusikan dana yang itu untuk semua kalangan, termasuk atlet-atlet sepak bola.

Demikian juga penggalangan dananya untuk semua lapisan, termasuk tokoh-tokoh (sepak) bola," kata Sodik.

Dalam upaya penggalangan dan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari dan untuk atlet serta insan olahraga, Baznas mengajak Indra Sjafri sebagai bagian dari program pemberdayaan umat dan penguatan kesejahteraan bangsa.

"Kami telah berbicara untuk masa depan bangsa, masa depan generasi muda, masa depan sepak bola, masa depan karakter, termasuk juga masa depan berbagi kepada bangsa melalui Baznas," ujar Sodik.

Menurut Sodik, kolaborasi dengan tokoh olahraga seperti Indra Sjafri menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi zakat kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi harapan bangsa.

>>> Zverev Tersingkir, Fritz Capai Final ATP 500 Halle

Indra Sjafri menekankan pentingnya kesadaran umat Islam dalam menunaikan zakat sesuai ketentuan agama. Ia mengaku telah merasakan langsung manfaat dari menjalankan kewajiban tersebut.

Ia menambahkan, dunia olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, termasuk zakat, kepada generasi muda melalui pembinaan karakter dan spiritual yang berkelanjutan.

"Saya mengimbau kesadaran berzakat dan saya sudah merasakan sendiri. Jangan dipikir dengan mengeluarkan zakat, harta kita berkurang.

Dengan izin Allah, apa yang saya rasakan justru zakat itu malah menambah rezeki.

>>> Kawasaki Brusky 125 vs Honda Vario 125: Siapa Lebih Irit BBM?

Jadi untuk itu saya sebagai insan olahraga mengajak teman-teman yang mungkin lupa atau belum untuk bisa memberikan kewajiban-kewajiban itu," ucap Indra Sjafri.