Rerie menjelaskan melalui bimbingan teknis tersebut, 100 pemuda pegiat lingkungan di Karimunjawa mendapatkan pelatihan mengenai pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, pengembangan bank sampah hingga pemanfaatan sampah bernilai ekonomi.

Ia meyakini Karimunjawa memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

in1

"Tradisi gotong royong yang hidup di tengah masyarakat pulau menjadi kekuatan penting dalam membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan," ujar Rerie.

Sementara itu, narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Faizinal Abidin mengatakan hasil riset perlu diterapkan secara nyata untuk menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

"BRIN memiliki banyak hasil penelitian dan inovasi yang bersifat aplikatif, termasuk di bidang pengelolaan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pelestarian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Tantangan kita bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata dia.

>>> DLH Bangka Pastikan Dapur SPPG Penuhi Standar IPAL

Menurut dia, pengelolaan sampah plastik membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dengan memanfaatkan hasil riset sebagai dasar kebijakan dan praktik di tingkat lokal.