Seorang penambang pasir di Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban longsoran material vulkanik panas sisa erupsi Gunung Semeru.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/6/2026) di sekitar Jembatan Gladak Perak.

in1

>>> Ulasan Novel Katri: Kisah Perempuan Bertahan di Tengah Tragedi 1965

Korban bernama Veri Irawan (33) tertimbun material sisa erupsi awan panas yang terjadi pada November 2025.

Meski sudah enam bulan berlalu, material tersebut ternyata masih menyimpan suhu panas ekstrem.

Saat kejadian, Veri bersama 16 rekannya sedang menambang pasir dan batu. Tiba-tiba tebing di dekat lokasi runtuh tanpa peringatan.

Longsoran itu menimbun tubuh Veri dengan material vulkanik yang tampak dingin di permukaan, tetapi membara di dalam.

"Waktu itu sedang nambang cari pasir dan batu. Tiba-tiba ada semburan sekunder yang longsor dari tebing.

Materialnya sangat panas," ujar Aris Susanto, kakak korban.

>>> David Almansa Raih Pole Position Moto3 Ceko 2026, Veda Ega Start Kedelapan

Luka Bakar 80 Persen

Akibat kejadian itu, Veri menderita luka bakar parah hingga 80 persen di sekujur tubuhnya. Ia kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Wakil Direktur RSUD dr. Haryoto, Wawan Arwijanto, mengatakan luka bakar di atas 40 persen saja sudah sangat berbahaya.

"Apalagi ini mencapai 80 persen lebih. Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan bantuan medis terbaik," ungkapnya.

Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa endapan awan panas guguran memiliki sifat unik yang mampu memerangkap panas dalam waktu lama di bawah lapisan permukaan.

Material tersebut masih sangat panas dan dapat menyebabkan luka bakar jika terkena kulit.

>>> OKI Peringatkan Bahaya Rencana Israel Ubah Status Kota Hebron

Isnugroho menambahkan bahwa korban menambang di zona yang sebenarnya dilarang. "Sayangnya, korban memang menambang di zona yang sebenarnya dilarang," katanya.