Mesir mengumumkan penemuan arkeologi besar di Kuil Al-Qasr Al-Qadim (Istana Tua) di Oasis Bahariya, Gurun Barat.

Temuan ini mengungkap unsur arsitektur penting dari sekitar 2.500 tahun lalu, tepatnya pada Dinasti ke-26 (664-525 SM).

in1

>>> Anggota DPR: Pemerintah Tidak Antikritik soal Program MBG

Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir menyatakan misi arkeologi dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (SCA) menemukan sisa ruangan berbahan batu pasir.

Selain itu, ditemukan balok batu bertulis yang memuat nama dan gelar Raja Psamtik I, serta berbagai artefak lainnya.

Bukti Baru Sejarah dan Keagamaan

Sekretaris Jenderal SCA, Hisham Elleithy, mengatakan temuan ini memberikan bukti baru mengenai pentingnya situs tersebut dari sisi sejarah dan keagamaan.

Temuan ini juga menegaskan peran Oasis Bahariya sebagai pusat administrasi utama di berbagai era.

Kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir SCA, Mohamed Abdel-Badie, menjelaskan bahwa tim arkeologi menemukan aula hipostil utama kuil yang ditopang 16 kolom batu pasir.

>>> Biaya Operasional Melonjak, Gapasdap Desak Penyesuaian Tarif Penyeberangan

Juga ditemukan sejumlah ruangan, tempat suci di sekitarnya, serta teks hieroglif yang memuat nama dewa seperti Amun-Ra, Amunet, dan Khonsu.

Pembangunan aula tersebut dimulai pada masa pemerintahan Raja Psamtik I dan diselesaikan pada masa pemerintahan Raja Wahibre (Apries) dan Ahmose II (Amasis).

Tim juga menemukan sebuah stela batu dari masa pemerintahan Raja Amenhotep II dari Dinasti ke-18.

Temuan ini menegaskan hubungan Oasis Bahariya dengan negara Mesir sejak era Kerajaan Baru.

>>> Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum usai Dituding Punya Anak dengan Asila Maisa

Selain itu, ditemukan artefak dari masa Raja Ramesses II yang mengindikasikan aktivitas keagamaan dan perkotaan di kawasan tersebut jauh sebelum Dinasti ke-26.