"Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti," ujar Ketut.

Bapanas mencatat realisasi penyaluran CBP untuk anggaran 2026 telah mencapai 946,8 ribu ton per 18 Juni, terdiri dari bantuan pangan beras 550,1 ribu ton, SPHP beras 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton.

in1

Pemerintah juga memutuskan menambah bantuan pangan beras 3 bulan alokasi di semester kedua tahun ini.

Total stok beras di Bulog hingga 18 Juni 2026 mencapai 5,2 juta ton, bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 sebesar 3,18 juta ton.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional melimpah dengan cadangan 5,2 juta ton, sehingga pemerintah tidak menginginkan impor beras.

"Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka.

Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor. Sekarang berbeda.

Kita surplus. Kita sudah swasembada," kata Amran.

Pencapaian produksi beras Indonesia juga disebut dalam laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 yang dirilis USDA.

>>> Goa Beloyot: Jejak Purba Kalimantan Menuju Geopark Nasional

Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan produksi beras setahun tertinggi bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.