Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa total cadangan beras pemerintah (CBP) yang disalurkan kepada masyarakat dari tahun 2023 hingga 2025 mencapai 7,75 juta ton.

Penyaluran tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan, harga, dan ketahanan pangan nasional.

in1

>>> Kaspersky Temukan 336 Domain Palsu Catut Piala Dunia 2026

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyatakan stok CBP yang dikelola bersama Perum Bulog terus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

"Total cadangan beras pemerintah yang telah disalurkan dalam rentang tahun 2023 sampai 2025 mencapai 7,75 juta ton," kata Ketut di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan penyaluran itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan dan memperkuat daya beli masyarakat.

Rincian Penyaluran per Tahun

Pada 2023, penyaluran CBP mencapai 2,76 juta ton.

Angka tersebut meningkat menjadi 3,37 juta ton pada 2024, dan sepanjang 2025 telah terealisasi 1,62 juta ton.

Penyaluran CBP tahun 2023 terdiri dari bantuan pangan beras 1,49 juta ton, SPHP beras 1,18 juta ton, golongan anggaran 87,5 ribu ton, dan tanggap darurat 2,3 ribu ton.

Pada 2024, penyaluran meliputi bantuan pangan beras 1,97 juta ton, SPHP beras 1,4 juta ton, dan tanggap darurat 442 ton.

Sementara penyaluran 2025 terdiri dari SPHP beras 802,9 ribu ton, bantuan pangan beras 710,78 ribu ton, golongan anggaran 92,1 ribu ton, dan tanggap darurat 13,16 ribu ton.

Program Berlanjut ke 2026

Ketut menjelaskan program penyaluran CBP masih dilanjutkan pada 2026. Pemerintah saat ini fokus memperkuat stok CBP dengan mengandalkan penyerapan produksi petani dalam negeri.

>>> MSI Turunkan Peringkat Arus Informasi Pasar Saham Indonesia