Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan total 946,8 ribu ton stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga Kamis, 18 Juni 2026.

Penyaluran ini bertujuan memperkuat stabilitas pangan masyarakat.

in1

>>> Kemenag Perkirakan Awal Puasa Ramadan 2027 Jatuh pada Februari

Realisasi tersebut terdiri atas bantuan pangan beras sebesar 550,1 ribu ton, program SPHP beras sebanyak 348,5 ribu ton, alokasi golongan anggaran 36,8 ribu ton, serta tanggap darurat 11,3 ribu ton.

Perusahaan Umum Bulog saat ini mengamankan total stok beras nasional di angka 5,2 juta ton.

Ketersediaan ini disokong oleh pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal tahun yang menembus 3,18 juta ton.

Pasokan juga diperkuat sisa stok akhir tahun 2025 sebesar 3,24 juta ton. Realisasi pengadaan domestik sepanjang tahun lalu mencapai 3,43 juta ton tanpa ada kebijakan impor.

Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan persediaan pangan nasional berada dalam posisi sangat aman. "Beras kita melimpah.

Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,2 juta ton," ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan gudang Bulog hanya 3 juta ton, sehingga pemerintah telah menyewa tambahan kapasitas 2,3 juta ton.

"Ini tertinggi selama merdeka," kata Amran dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Pemerintah berkomitmen mengutamakan hasil panen petani lokal dibandingkan impor. "Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor.

>>> Oppo Indonesia Luncurkan Reno16 Series, Gandeng BABYMONSTER

Sekarang berbeda. Kita surplus.

Kita sudah swasembada," tambah Amran.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memaparkan akumulasi penyaluran stok sepanjang 2023 hingga 2025 telah menembus 7,75 juta ton.