Masyarakat mulai mencari informasi terkait kepastian waktu pelaksanaan puasa Ramadan 2027.

Berdasarkan proyeksi data astronomi dan perhitungan kalender Hijriah, awal puasa Ramadan 1448 H diperkirakan dimulai pada Senin, 8 Februari 2027.

in1

>>> Oppo Indonesia Luncurkan Reno16 Series, Gandeng BABYMONSTER

Salat Tarawih pertama diprediksi berlangsung pada Minggu malam, 7 Februari 2027.

Namun, kepastian tanggal tersebut masih bersifat perkiraan sementara. Ketetapan resmi mengenai awal bulan suci tetap mengacu pada keputusan Pemerintah Indonesia.

Penetapan ini nantinya diumumkan melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Metode Penentuan Awal Ramadan

Pemerintah Indonesia mengombinasikan dua metode ilmiah dan keagamaan untuk menentukan awal Ramadan, yaitu hisab dan rukyat.

>>> IHSG Diprediksi Menguat, Sentimen Positif dari Wall Street dan Status Emerging Market

Hisab merupakan sistem perhitungan astronomis untuk memetakan posisi bulan. Rukyat adalah pemantauan langsung terhadap kemunculan hilal atau bulan sabit muda.

Kolaborasi data hisab dan rukyat menjadi landasan kuat bagi Kemenag dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, serta Zulhijah. Publik diharapkan menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Sistem penanggalan Islam didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi (qamariyah). Dalam satu tahun Hijriah, jumlah hari berkisar antara 354 hingga 355 hari.

Siklus lunar ini lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi yang mengacu pada peredaran bumi mengelilingi matahari (365–366 hari).

>>> MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Peluang Aliran Dana Asing Terbuka

Perbedaan jumlah hari menyebabkan perayaan hari besar Islam terus maju setiap tahun dalam penanggalan Masehi. Setelah jatuh pada Februari 2027, awal Ramadan akan terus bergeser ke bulan-bulan sebelumnya.