Jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran baru kembali menurun, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tetap kuat.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal turun 4.000 menjadi 226.000 untuk pekan yang berakhir 13 Juni 2026.

in1

>>> Pemerintah Targetkan Renovasi Stasiun Gambir Rampung 2028

Angka tersebut hampir sesuai dengan perkiraan ekonom yang memproyeksikan 225.000 klaim.

Pasar tenaga kerja menunjukkan momentum positif setelah pertumbuhan lapangan kerja yang kuat selama tiga bulan berturut-turut.

Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3 persen selama tiga bulan terakhir, didukung oleh minimnya gelombang PHK.

Faktor Musiman dan Kebijakan Moneter

Secara historis, klaim tunjangan sering meningkat di awal musim panas karena staf non-pengajar mengajukan kompensasi saat libur sekolah.

Namun, penyesuaian musiman pemerintah terkadang tidak sepenuhnya menangkap volatilitas tersebut.

Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen, dengan potensi kenaikan tahun ini karena inflasi.

>>> Enam Platform AI Sepakat: Prancis Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026

Ketua Fed Kevin Warsh menyatakan pasar tenaga kerja stabil, bahkan beberapa anggota komite menilai trennya lebih baik.

"Data pekerjaan telah bergerak ke arah yang baik," ujar Warsh.

Data klaim ini bertepatan dengan survei pemerintah untuk laporan penggajian Juni.

Pada Mei, sektor non-pertanian menambah 172.000 pekerjaan, didorong rendahnya PHK.

Ketidakpastian kebijakan seperti tarif impor dan konflik Timur Tengah masih membatasi perekrutan.

Klaim berkelanjutan naik 24.000 menjadi 1,81 juta orang hingga 6 Juni, mencerminkan masa pencarian kerja yang lebih lama.

>>> Ahli Psikologi Dorong Perubahan Perspektif Negatif Menghadapi Fase Penuaan

Durasi rata-rata pengangguran meningkat menjadi 11,6 minggu pada Mei dari 11,0 minggu pada April.