Pasar tenaga kerja Indonesia menghadapi ketidakseimbangan ekstrem antara jumlah lowongan dan pelamar. Peluang mendapatkan pekerjaan semakin sempit bagi banyak orang.

Data dari platform JobStreet by SEEK pada Maret lalu menunjukkan setiap iklan lowongan kerja rata-rata dibanjiri 500 hingga 600 pelamar.

>>> BMKG: Cuaca Semarang Berawan Tebal pada Akhir Pekan Ini

Persaingan ini bisa berkali-kali lipat lebih ketat untuk posisi umum di perusahaan besar.

Dalam beberapa kasus, jumlah pelamar untuk satu posisi bisa mencapai ribuan. Hal ini mencerminkan betapa sengitnya seleksi yang harus dihadapi pencari kerja saat ini.

Fenomena Global yang Mengkhawatirkan

Kondisi lesu pasar tenaga kerja tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi fenomena global. Inggris, misalnya, mencatat jumlah lowongan kerja terendah dalam lima tahun terakhir.

Sektor ritel dan perhotelan mengalami penurunan pembukaan lapangan kerja paling signifikan. Dampaknya langsung terasa pada kenaikan angka pengangguran.

Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan tingkat pengangguran naik menjadi 5 persen dalam periode tiga bulan hingga Maret.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 4,9 persen.

>>> A-List Entertainment Resmi Perkenalkan Marbles, Girl Group Lokal dengan Standar Pelatihan Korea

Liz McKeown, Direktur Statistik Ekonomi ONS, menegaskan pasar tenaga kerja global masih lemah. Minimnya lowongan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah pengangguran dibandingkan tahun lalu.

Tren Unik Mencari Kerja Lewat Aplikasi Kencan

Sulitnya mendapatkan pekerjaan melalui jalur formal memicu tren baru di kalangan generasi muda. Aplikasi kencan seperti Tinder, Bumble, dan Hinge mulai dimanfaatkan sebagai sarana mencari nafkah.

Beberapa pencari kerja secara kreatif mengubah profil kencan mereka menjadi portofolio profesional. Berikut beberapa fakta terkait tren ini:

  • Seorang pelamar mengunggah tangkapan layar CV di profil Hinge sebagai pengganti foto pribadi.
  • Pengguna menyantumkan minat karier di kolom tujuan hidup untuk menarik koneksi dari industri kreatif.
  • Beberapa orang sengaja melakukan matching dengan profil profesional di bidang yang sama untuk menanyakan lowongan.
  • Ada laporan pengguna yang berhasil mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi melalui pertemuan di aplikasi Bumble.

Meskipun kreatif, metode ini tetap memiliki risiko. Salah satu konten kreator di TikTok melaporkan akunnya dihapus permanen karena dianggap melanggar kebijakan platform kencan.

Kondisi pasar tenaga kerja yang menantang menuntut pencari kerja untuk terus berinovasi.

>>> BMKG: Cuaca Kota Malang Hari Ini Didominasi Udara Kabur

Persaingan yang tidak normal ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk segera memperbaiki iklim investasi dan lapangan kerja.