Faktor keempat yang menjadi landasan kenaikan peringkat sektor ini adalah adanya momentum positif yang konsisten dari fundamental komoditas energi serta perkebunan.

Melihat pergerakan pasar intraday pada Rabu (17/6/2026) pukul 12.45 WIB, saham ADRO terpantau melemah 0,43 persen ke posisi Rp2.310.

in1

Namun, saham ini masih mencatatkan lonjakan sebesar 27,62 persen secara year to date (YtD).

Pada periode yang sama, saham ANTM mengalami penguatan sebesar 0,64 persen menuju level Rp3.150.

Angka ini sekaligus menyamai level harga saham tersebut pada masa perdagangan awal tahun ini.

Saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) bergerak menguat 1,84 persen ke angka Rp2.210. Catatan performa ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,79 persen secara YtD.

Di sisi lain, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mengalami pelemahan sebesar 2,61 persen ke posisi Rp1.120.

>>> Pengusaha Khawatir Aturan Baru RUPS Tambah Beban Dunia Usaha

Penurunan tersebut menunjukkan adanya koreksi sebesar 27,27 persen secara YtD.