Para lulusan baru ini bukan hanya berbekal pengetahuan ilmu dari perkuliahan, tetapi juga ada nilai lebih dari sertifikasi," ujarnya.

Pemberi kerja menilai sertifikasi sebagai indikator pemahaman fundamental terhadap deskripsi pekerjaan. Hal ini membuat proses adaptasi pegawai baru di lingkungan kerja berjalan lebih efisien.

in1

Namun, pencari kerja diingatkan untuk tidak asal mengambil semua program pelatihan. Penentuan arah karier yang jelas harus dilakukan terlebih dahulu agar kursus yang diikuti linier dengan target pekerjaan.

"Maka, tentukan dulu target pekerjaan yang ingin digeluti, kemudian baru pilih kursus tersertifikasi agar lebih kredibel dan siap masuk ke dunia profesional," katanya.

Pemilihan program yang tepat membantu efisiensi investasi waktu dan biaya. Langkah strategis ini akan memperkuat resume serta portofolio pelamar di mata korporasi.

Kualifikasi ini juga memberikan sinyal positif mengenai kesiapan kerja kandidat sejak hari pertama. Perusahaan dapat memangkas waktu pengajaran keterampilan dasar dari nol.

"Lulusan yang punya sertifikasi itu dianggap sebagai orang yang sudah bisa bekerja dan tidak perlu spend time waktu lebih banyak untuk melatih dia dari nol," tambah dia.

Langkah ini memang tidak menjadi jaminan mutlak seseorang langsung diterima bekerja. Namun, kualifikasi tersebut memperbesar peluang pelamar untuk lolos ke tahapan rekrutmen berikutnya.

"Sertifikasi itu akan jadi bahan pertimbangan di perusahaan sekuritas.

Dipertimbangkan itu bukan berarti auto diterima, tetap harus melewati proses rekrutmen, tapi dia punya nilai lebih di situ," tuturnya.

>>> BEI Tanggapi Enam Kritik MSCI Terkait Pasar Modal Indonesia

Kombinasi antara pencapaian akademis, keahlian praktis, dan sertifikasi yang relevan menjadi modal penting. Sinergi aspek-aspek ini memperbesar peluang lulusan baru menembus pasar tenaga kerja yang kompetitif.