Kendati demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas.

Dia menerangkan bahwa AS tetap bertahan kuat seiring sikap Federal Reserve yang masih memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi dipertahankan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

in1

Kondisi tersebut menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan membuat investor global tetap berhati-hati terhadap aset negara berkembang.

Selain itu, lanjut Amru, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah karena setiap potensi pelanggaran kesepakatan atau meningkatnya kembali ketegangan geopolitik dapat memicu volatilitas harga minyak dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

“Secara keseluruhan, prospek rupiah pasca kenaikan BI-Rate dinilai lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Namun, arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terutama terkait dinamika geopolitik Timur Tengah dan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat,” ungkap dia.

>>> Keluarga Perlu Mempersiapkan Dana Darurat untuk Jaga Stabilitas Finansial

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak datar di level Rp17.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.753 per dolar AS.