Perum Bulog mengusulkan pembentukan program Beraskita Premium guna menstabilkan harga beras kelas premium yang terus melonjak dalam lima bulan terakhir.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa skema ini masih dibahas bersama kementerian serta lembaga terkait.

in1

>>> Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km Demi Lowongan Pabrik Semikonduktor Jerman

"Kami mengusulkan untuk membuat Beraskita Premium.

Jadi kan beras premium kan lagi agak naik, supaya menstabilisasi beras premium, Beraskita Premium harus ada," kata Rizal.

Program ini disiapkan menjadi pelengkap dari intervensi beras medium yang sudah berjalan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Rizal menambahkan bahwa pasokan dan harga beras medium nasional saat ini masih aman. Oleh sebab itu, instrumen khusus kini diarahkan untuk mengendalikan pergerakan beras premium yang fluktuatif.

Melalui usulan awal tersebut, Bulog mengajukan patokan harga Beraskita Premium sebesar Rp14.900 per kilogram. Nominal ini setara dengan harga eceran tertinggi untuk beras SPHP.

"Saya baru mengajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harga semua," imbuhnya.

Pihak Bulog berharap skema baru ini dapat segera disetujui dan diterapkan dalam waktu dekat. Hal ini dinilai penting agar kepanikan di tingkat konsumen tidak semakin meluas.

Data BPS: Harga Beras Terus Naik

Tekanan inflasi dari sektor pangan diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS).

Rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2026 menyentuh Rp13.765 per kilogram, naik 0,58% secara bulanan dan melonjak 8,10% secara tahunan.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini memaparkan bahwa kenaikan harga terjadi secara menyeluruh pada semua tingkat kualitas.