Honda mengambil langkah mengejutkan dengan mengubah haluan strategi globalnya secara drastis. Pabrikan asal Jepang ini resmi beralih fokus dari kendaraan listrik murni (EV) untuk kembali memperkuat teknologi hybrid.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan mencatatkan kerugian fantastis sebesar 423,9 miliar yen pada tahun fiskal lalu.

in1

>>> Kemenhaj Pulangkan 114.236 Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air

Rapor merah tersebut menjadi pukulan telak karena merupakan catatan kerugian pertama dalam sejarah berdirinya Honda.

Penyebab utama kerugian adalah besarnya biaya akibat pembatalan strategi kendaraan listrik sebelumnya yang dinilai terlalu membebani keuangan internal.

Manajemen mengakui proses transisi untuk menjauh dari kendaraan listrik memakan biaya sangat besar mencapai 2,5 triliun yen.

Bila dirinci, kerugian pada tahun fiskal terakhir mencakup 1.577,8 miliar yen akibat kerugian terkait kendaraan listrik yang dialami perusahaan.

>>> Bernadya Pilih Samsung Galaxy S26 Ultra untuk Dukung Aktivitas Kreatif

Meski demikian, manajemen tetap optimistis bahwa fokus baru pada kendaraan hybrid akan membawa mereka membukukan rekor laba operasi hingga 1,4 triliun yen pada tahun fiskal 2029.

Penurunan Penjualan Global

Penurunan performa pasar juga menjadi alasan kuat di balik perubahan haluan ini.

Penjualan mobil Honda merosot 8,9 persen secara global dengan penurunan paling tajam terjadi di Tiongkok, sementara pasar Amerika Utara ikut melemah sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun masih dibayangi dampak negatif lanjutan sebesar 500 miliar yen hingga tahun 2027 mendatang, perusahaan memperkirakan bakal segera kembali meraih keuntungan.

>>> Bank Indonesia: Kredit Perbankan Mei 2026 Tumbuh 11,51%

Fokus pada teknologi hybrid dianggap sebagai jalan paling realistis untuk menyelamatkan profitabilitas perusahaan di tengah ketidakpastian pasar EV global.