Efisiensi bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian utama bagi pemilik kendaraan. Selain gaya berkendara, kondisi mesin juga sangat memengaruhi konsumsi BBM.

Salah satu komponen kecil yang berdampak besar adalah busi. Komponen ini perlu diganti secara berkala agar performa mesin tetap optimal.

in1

>>> Bank Indonesia Salurkan Insentif Likuiditas Rp418,1 Triliun hingga Awal Juni 2026

Diko Oktaviano, Aftermarket Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia (NMI) produsen NGK, menjelaskan bahwa busi berpengaruh terhadap tingkat keiritan BBM.

"Pengaruhnya bisa terasa kecil saat busi masih sehat, tetapi ketika bermasalah, kendaraan akan lebih boros," ujar Diko.

Busi berfungsi memantik pembakaran di ruang mesin. Pembakaran yang sempurna mencegah residu kotoran dan membuat pemakaian BBM lebih optimal.

>>> Bank Indonesia Perkuat Rupiah ke Level Rp 17.730 per Dolar AS

Dari sisi teknis, peran busi berkaitan dengan jarak tempuh maksimal kendaraan. Diko menambahkan bahwa efisiensi juga dipengaruhi material busi.

"Efisiensi dalam teknis busi bukan soal jumlah BBM yang dikeluarkan, melainkan optimalisasi jarak tempuh. Peran busi juga terkait materialnya," jelas Diko.

>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Perawatan busi secara berkala sangat penting untuk menjaga efisiensi BBM dan performa mesin kendaraan.