Tiga provinsi bersaing menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVIII tahun 2029. Ketiganya adalah Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Utara.

Pencalonan ini dibahas dalam Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo, Jumat.

in1

>>> Kemdiktisaintek dan Baznas Jajaki Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan Tinggi

Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor mengatakan penetapan calon tuan rumah menjadi agenda utama rembug.

Keputusan akan ditentukan melalui musyawarah dan pemungutan suara oleh perwakilan KTNA dari seluruh provinsi.

Yadi menjelaskan sebenarnya ada enam provinsi yang menyatakan minat menjadi tuan rumah. Namun, baru tiga yang memenuhi tahapan administrasi dengan mengirimkan surat pencalonan resmi.

Pemungutan suara akan melibatkan 38 pengurus provinsi KTNA se-Indonesia. Hasilnya akan menjadi dasar penetapan daerah penyelenggara PENAS Petani dan Nelayan XVIII pada 2029.

>>> PT Merdeka Copper Gold Usulkan Tiga Direksi Baru dalam RUPST

Rembug Utama KTNA Tahun 2026 berlangsung di Aula Universitas Gorontalo. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.

PENAS merupakan forum nasional petani dan nelayan yang diselenggarakan secara berkala. Forum ini menjadi sarana bertukar pengalaman, pengembangan teknologi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan nelayan.

Sebelumnya, Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai tuan rumah PENAS XVII.

Penetapan itu setelah memperoleh dukungan dari 17 pengurus provinsi KTNA pada pemilihan di Padang, Sumatera Barat, Juni 2023.

>>> Kemendag Ancam Pidanakan Pedagang yang Jual Minyakita di Atas HET

PENAS XVII dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo.