“Cara kita menumbuhkan DPK kita adalah dengan cara membangun CASA yang lebih bagus.

Kita juga memperbaiki komposisi special rate deposito kita buat geser ke yang lebih murah,” katanya, Kamis (18/6).

in1

Trilaksito Singgih mengatakan transformasi digital menjadi mesin utama strategi ini.

BRI memanfaatkan basis nasabah yang besar untuk membangun ekosistem transaksi luas, mulai dari kebutuhan harian hingga aktivitas bisnis berbagai segmen usaha.

Kekuatan utama BRI terletak pada kombinasi jaringan kuat di segmen mikro dan pedesaan dengan kemampuan digital yang terus berkembang untuk menjangkau aktivitas ekonomi yang belum tersentuh layanan modern.

“Saat kita mendefinisikan bahwa BRI itu 'Satu Bank untuk Semua', yang unik adalah bahwa yang sudah kuat sekali di rural kita lengkapi dengan kekuatan engine yang baru di BRI.

Dan di situ konsep ekosistemnya nanti ada dengan bermacam model,” katanya.

Ekosistem BRI berkembang pada keterhubungan dengan berbagai rantai bisnis, mulai dari sektor pertanian, perdagangan ritel modern, hingga mitra usaha harian guna menangkap lebih banyak transaksi pendanaan.

Di sisi lain, BRI tetap mempertahankan fokus pada segmen mikro sebagai fondasi bisnis.

Sekitar 72% portofolio kredit BRI masih berada di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah.

>>> Piala Dunia 2026: AS vs Australia Perebutan Puncak Grup D

Dalam menghadapi kenaikan suku bunga acuan yang berlanjut, BRI membuka ruang penyesuaian strategi pendanaan serta penetapan harga dana secara terukur demi menjaga akses pembiayaan segmen mikro.

Head of Liquidity & Funding Management Group BRI Teguh Sulistyono mengatakan bahwa sejauh ini, tekanan kenaikan suku bunga belum mendorong kebutuhan penyesuaian bunga simpanan secara agresif.