Basis nasabah yang besar dan tersebar luas dinilai masih memberikan ruang bagi BRI untuk mengelola biaya dana secara relatif efisien dibandingkan sebagian bank lain.

"With kondisi sekarang, mungkin kalau dicek sampai dengan kuartal satu [2026] itu kita malah lebih efisien dibandingkan dengan beberapa bank lain," katanya.

in1

Transformasi ke arah bisnis transaksional mulai tercermin pada perbaikan biaya dana.

Cost of fund BRI yang sebelumnya berada di kisaran 3% berhasil ditekan menjadi sekitar 2,3% pada kuartal I/2026.

Selain pendanaan, BRI memperluas peran BRImo sebagai pintu masuk kebutuhan finansial, termasuk layanan investasi emas yang dapat diakses secara digital melalui ekosistem grup.

Kemampuan menjadi bagian dari aktivitas keuangan harian nasabah menjadi kunci bagi BRI untuk mempertahankan pertumbuhan dana murah sekaligus menjaga efisiensi di tengah kompetisi likuiditas.

Dampak Strategi terhadap Kinerja dan Prospek Saham

Sejumlah analis menilai strategi memperkuat bisnis transaksional mulai memberikan dampak nyata terhadap struktur pendanaan perseroan.

Tim analis Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar mencatat perbaikan komposisi dana murah menjadi salah satu faktor utama yang menopang prospek kinerja BRI tahun ini.

Pengembangan ekosistem merchant mendorong rasio CASA naik menjadi 70,6% pada akhir 2025 dari 67,3% pada tahun sebelumnya, sehingga membantu menekan biaya dana dan menjaga margin.

“Peningkatan ini membantu menurunkan biaya pendanaan hingga akhir tahun, memberikan penyangga tambahan terhadap potensi normalisasi margin pada tahun 2026,” ungkap mereka dalam riset yang terbit belum lama ini.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI karena penguatan funding mix, ekspansi ekosistem berbasis transaksi, dan perbaikan kualitas aset diperkirakan mampu mengimbangi risiko margin.