Perusahaan C dengan utang Rp 500 miliar dan modal Rp 1 triliun memiliki DER 0,5 atau 50%.

Kelima, Return on Equity (ROE) mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal. Rumusnya (laba bersih dibagi total ekuitas) dikali 100%.

in1

Perusahaan D dengan modal Rp 1 triliun dan laba bersih Rp 200 miliar memiliki ROE 20%.

Keenam, Dividend Yield menunjukkan persentase dividen terhadap harga saham. Rumusnya (dividen per saham dibagi harga saham) dikali 100%.

Jika Perusahaan E membagikan dividen Rp 100 per saham dengan harga Rp 2.500, maka dividend yield-nya 4%.

Perbedaan dengan Pendekatan Analisis Teknikal

Investor pemula sering bingung membedakan analisis fundamental dan teknikal. Perbedaan mendasar terletak pada sumber data dan jangka waktu investasi.

Analisis teknikal menggunakan grafik harga dan volume perdagangan masa lalu untuk memprediksi pergerakan jangka pendek. Sementara analisis fundamental melihat kondisi internal perusahaan untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Analisis fundamental membantu memutuskan saham apa yang dibeli, sedangkan teknikal membantu menentukan waktu eksekusi. Melakukan analisis fundamental secara rutin juga membantu investor menghindari jebakan emosi saat pasar fluktuatif.

Investor cenderung lebih tenang saat harga pasar terkoreksi jika fundamental perusahaan tetap solid.

>>> MAN DKI Jakarta Buka Jalur Tahfidz dengan Kuota 7 Persen

Menguasai dasar-dasar fundamental dan cara menghitung rasio merupakan langkah awal krusial untuk membangun portofolio investasi yang tangguh.