Proses penuaan tidak semata-mata dipicu oleh faktor pertambahan usia. Terdapat berbagai faktor eksternal yang mempercepat penuaan, seperti paparan sinar matahari, polusi, hingga stres oksidatif.

Gaya hidup yang kurang sehat, pola makan buruk, serta kurangnya waktu tidur juga memperburuk kondisi tersebut. "Ketika tidur, tubuh melakukan regenerasi dan memperbaiki diri.

in1

Jika waktu tidur tidak cukup, tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan proses perbaikan tersebut," katanya.

Perubahan fisik akibat penuaan akan terlihat jelas seiring melemahnya otot penyangga dan berkurangnya volume wajah. Kondisi ini diikuti munculnya kerutan serta penurunan kepadatan tulang yang mengubah struktur wajah.

Penurunan aktivitas fibroblas sebagai penghasil kolagen juga membuat kulit kehilangan elastisitas dan menjadi rentan. Untuk mengatasi kendala tersebut, terapi rejuvenasi menawarkan berbagai variasi metode penanganan medis.

Prosedur dapat berupa injeksi sel regeneratif, stimulasi kolagen, transfer lemak, hingga kombinasi tindakan sesuai kondisi pasien.

Langkah penanganan ini bertujuan meningkatkan produksi kolagen dan mengembalikan volume wajah yang menyusut.

Melalui perbaikan jaringan dari dalam, kulit pasien akan tampak jauh lebih segar dan sehat.

Dokter Tasya juga membagikan bukti klinis yang menunjukkan efektivitas perbaikan kulit setelah beberapa bulan terapi.

Ia bahkan telah menerapkan prosedur pengolahan jaringan lemak ini pada dirinya sendiri untuk peremajaan wajah.

>>> AC Milan Resmi Aktifkan Kontra-Opsi, Francesco Camarda Kembali dari Lecce

"Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki penampilan, tetapi juga mendukung proses regenerasi alami tubuh, sehingga hasil yang diperoleh lebih menyeluruh dan berkelanjutan," tutur dr. Tasya.