Pandangan masyarakat terhadap dunia estetika kini mengalami pergeseran signifikan. Perawatan kulit yang dulunya berfokus pada kosmetik untuk menyamarkan kekurangan, kini beralih ke metode rejuvenasi menyeluruh.

Konsep rejuvenasi modern tidak lagi sekadar berfokus pada penampilan wajah yang tampak muda. Pendekatan ini mencakup pemeliharaan kesehatan organ tubuh, peningkatan kualitas jaringan, dan pengendalian proses penuaan alami.

in1

>>> PT Paperocks Indonesia Tbk Catat Penjualan Rp154,8 Miliar Sepanjang 2025

"Kita sekarang masuk ke era baru, yaitu rejuvenation.

Jadi tidak hanya bertanya bagaimana cara awet muda, tetapi juga bagaimana membuat tubuh tetap sehat, regenerasi berjalan baik, dan proses penuaan bisa diperlambat," ujar dr. Tasya Anggrahita, Sp.

BPRE, Subsp. EL (K).

Dokter Spesialis Bedah Plastik & Estetik, Subspesialis Estetik Laser tersebut menyampaikannya dalam peluncuran Stem Cell Brawijaya Hospital di Goodrich Suites Jakarta, Kamis (18/06/26).

Peran Stem Cell dan Terapi Regeneratif

Penerapan rejuvenasi saat ini terus berkembang pesat melalui pemanfaatan terapi sel serta pengobatan regeneratif.

Bidang bedah plastik menjadi salah satu spesialisasi medis yang memiliki kewenangan resmi untuk menjalankan terapi tersebut.

Pemanfaatan sel punca atau stem cell kini terbukti memiliki fungsi yang sangat luas.

Teknologi ini tidak hanya menyasar sektor estetika, melainkan juga mengatasi kebotakan, memperbaiki jaringan parut, hingga mempercepat penyembuhan luka.

"Stem cell pada dasarnya memanfaatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri, dan mengirimkan sinyal agar jaringan tubuh melakukan regenerasi," jelasnya.

Selain sel punca, dunia medis juga mengenal teknologi berbasis stromal vascular fraction atau SVF.

Komponen yang diisolasi dari jaringan lemak ini kaya akan sel regeneratif untuk perbaikan jaringan tubuh.

>>> Amerika Serikat Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026