Tissot Rilis Gentleman 38 mm, Jawab Tren Jam Tangan Ukuran Kecil
Tren jam tangan berdiameter besar berukuran 42 mm hingga 44 mm yang mendominasi selama lebih dari satu dekade kini mulai bergeser.
Siklus desain global menunjukkan minat yang kuat terhadap ukuran yang lebih kecil dan proporsional.
>>> PSAT Targetkan Diversifikasi Komoditas dan Ekspansi Wilayah pada 2026
Pergeseran estetika ini direspons oleh sejumlah produsen jam tangan dengan merilis kembali koleksi andalan mereka dalam ukuran 38 mm.
Salah satu langkah terbaru ditunjukkan lewat kehadiran seri Tissot Gentleman yang secara resmi diperkenalkan kepada publik Indonesia di Senayan City, Jakarta.
Pasar Asia memegang peran krusial di balik menguatnya popularitas ukuran jam tangan yang lebih ringkas.
Karakteristik pergelangan tangan masyarakat Asia yang cenderung lebih kecil membuat model berdiameter besar sering kali terlihat kurang proporsional.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Tokyo, hingga Seoul, sudut pandang konsumen terhadap jam tangan telah mengalami evolusi.
Jam tangan tidak lagi dinilai sekadar dari aspek ukuran besar yang identik dengan harga mahal, melainkan pada ketepatan dimensi yang memberikan kesan berkelas.
Menjaga Keseimbangan Desain
Langkah Tissot meluncurkan varian Gentleman 38 mm tidak sebatas mengecilkan ukuran fisik luar semata. Proses manufaktur ini melibatkan penyesuaian menyeluruh guna mempertahankan keharmonisan komponen internal.
>>> Chery Resmi Pilih Nama Stockman untuk Pikap Kabin Ganda Terbaru
Proporsi dial, ketebalan case, hingga detail pada indeks diatur ulang agar seluruh elemen desain tetap seimbang.
Pendekatan teknis ini merefleksikan filosofi gaya yang tidak berlebihan namun tetap mempertahankan karakter produk.
Melalui keterangan resminya, model ini digambarkan sebagai interpretasi mutakhir dari konsep "everyday sophistication". Konsep tersebut merujuk pada arloji yang dirancang untuk menemani aktivitas harian penggunanya secara konsisten.
Dimensi Personal Jam Mekanis
Fenomena popularitas ukuran 38 mm ini pada dasarnya merepresentasikan kebutuhan mendalam terhadap jam tangan sebagai objek yang bersifat personal.
Di tengah dominasi perangkat digital dengan layar yang terus menyala, jam mekanis menawarkan pengalaman yang berbeda.
Interaksi dengan jam mekanis terasa lebih lambat, tenang, dan dekat dengan penggunanya.
>>> Persija Jakarta Resmi Berpisah dengan Hanif Sjahbandi
Dimensi case yang pas pada pergelangan tangan memperkuat interaksi tersebut, sehingga arloji terasa menyatu dengan tubuh dan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori tambahan.
Update Terbaru
Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Melalui Investasi Global
Jumat / 19-06-2026, 15:56 WIB
Pengadilan Korea Selatan Hukum Pembuat Video Deepfake aespa 2,5 Tahun Penjara
Jumat / 19-06-2026, 15:55 WIB
Menteri PPPA: UPTD PPA Wujud Nyata Negara Hadir Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak
Jumat / 19-06-2026, 15:55 WIB
Haul Akbar di Monas, KAI Sediakan Pemberhentian Tambahan di Stasiun Jatinegara
Jumat / 19-06-2026, 15:55 WIB
Ada 5 Demo Hari Ini Siap Bikin Macet: Catat Jadwal dan Lokasinya
Jumat / 19-06-2026, 15:55 WIB
Jonathan David Samai Torehan Tiga Gol Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:55 WIB
Aparat Keamanan Meksiko Jatuhkan Drone Liar di Markas Latihan Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
42 Petani Banjarnegara Berangkat Haji Bersama Keluarga Besar di Madinah
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
Iklan Kopi Giorgio Antonio Viral, Diduga Syuting di Rumah Ruben Onsu
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
Tes Darah Baru Mampu Deteksi Ribuan Kondisi Genetik Janin
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
Marc Cucurella Resmi Pindah ke Real Madrid dari Chelsea
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Stagnan Sore Ini
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Tim Cook Beri Sinyal Kenaikan Harga Produk Apple
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Pre-order Dibuka di Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB






