Sektor konstruksi, terutama emiten BUMN karya, menjadi salah satu yang paling terancam mengalami penyusutan laba bersih yang signifikan.

Tingginya porsi utang historis untuk membiayai proyek infrastruktur membuat beban bunga mereka meningkat tajam.

in1

“Jika harus menunjuk sektor yang berpotensi mengalami tekanan laba bersih paling besar akibat pembengkakan biaya bunga, jawabannya adalah sektor konstruksi atau emiten-emiten BUMN karya,” tukas dia.

Lonjakan beban bunga yang dipicu kenaikan BI Rate ini diproyeksikan akan langsung menggerus profitabilitas perusahaan konstruksi pelat merah hingga akhir tahun berjalan.

“Sektor ini secara historis memiliki postur utang yang sangat besar.

>>> Saham BCA Melemah 3,19% Setelah Investor Asing Jual Bersih Rp 51,94 Miliar

Kenaikan BI Rate akan langsung mengerek beban bunga yang harus mereka bayar, sehingga biaya pembiayaan proyek melesat dan berisiko signifikan menggerus profitabilitas mereka di sisa tahun ini,” lanjut Azharys.