com, Kamis malam.

Potensi perpindahan dana investor dari pasar saham ke instrumen pendapatan tetap juga cukup besar seiring meningkatnya imbal hasil deposito dan obligasi.

in1

“Ketika yield deposito dan obligasi meningkat, investor konservatif akan melihat adanya alternatif investasi yang menawarkan return menarik dengan risiko lebih rendah dibanding saham.

Akibatnya, sebagian dana yang sebelumnya masuk ke pasar saham berpotensi berpindah ke instrumen tersebut, terutama dalam keadaan pasar tidak menentu,” lanjut dia.

Meski demikian, Reydi memastikan dampak kebijakan BI tidak sepenuhnya negatif.

Dalam jangka pendek, sentimen pasar memang cenderung tertekan karena kenaikan suku bunga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan laba perusahaan.

Namun, dalam perspektif yang lebih luas, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

“Dalam jangka pendek sentimennya cenderung negatif karena berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan.

Namun dalam perspektif yang lebih luas, kebijakan ini dinilai positif karena menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi,” katanya.

Pelaku pasar saat ini masih sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat mempengaruhi arus modal global, termasuk ke Indonesia.

Terkait faktor yang paling berpengaruh terhadap pergerakan pasar dalam waktu dekat, Reydi menilai hasil peninjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap Indonesia masih menjadi sentimen yang lebih dominan dibandingkan kenaikan BI Rate.

Keputusan MSCI berpotensi memicu arus masuk maupun keluar dana asing dalam jumlah besar secara langsung sehingga dampaknya dapat terlihat dalam waktu singkat di pasar keuangan domestik.

“Dalam jangka pendek review MSCI lebih dominan karena berpotensi memicu arus masuk atau keluar dana asing dalam jumlah besar secara langsung.

Dampaknya bisa terlihat dalam rentang waktu singkat.

>>> Kemenag Perkirakan Awal Puasa Ramadan 2027 Jatuh pada Februari

Namun untuk jangka menengah dan panjang, BI Rate lebih menentukan karena mempengaruhi biaya modal, pertumbuhan ekonomi, konsumsi, kredit, serta profitabilitas emiten,” tutur Reydi.