“Meskipun minat investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia mulai menunjukkan perbaikan, Bank Indonesia tetap mengambil langkah preventif untuk memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” jelasnya.

>>> Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Turun Rp 30.000 Per Gram

in1

Tingginya minat investor pada lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan nilai penyerapan mencapai sekitar Rp43 triliun dan tingkat imbal hasil di atas 7% menunjukkan instrumen moneter BI masih efektif dalam mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas likuiditas dan nilai tukar apabila volatilitas global kembali meningkat.

Dalam jangka pendek, Myrdal memperkirakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor pendek masih akan berada di atas 7%, sementara yield SUN tenor 10 tahun diperkirakan bergerak pada kisaran 6,87%–7,41%.

Prospek perekonomian Indonesia diperkirakan tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,17% pada 2026 dan inflasi sebesar 3,09%.

Sementara itu, pertumbuhan intermediasi perbankan diperkirakan lebih moderat dengan pertumbuhan kredit di bawah 9%.

Sektor-sektor yang diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan pembiayaan meliputi ketahanan pangan, transportasi, konstruksi, industri makanan dan minuman, energi, besi dan baja, kelapa sawit, serta properti residensial.

Kenaikan BI Rate 25 bps pada Juni 2026

Sebelumnya, BI telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulanan periode Juni 2026 yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan suku bunga deposit facility juga meningkat 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga lending facility naik 25 bps menjadi 6,5%.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI, Kamis (18/6/2026).

>>> Amar Bank Cetak Laba Bersih Tertinggi Rp 71,12 Miliar di Kuartal I 2026

Kebijakan ini juga merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran sasaran 2,5 plus-minus 1% sesuai yang ditetapkan pemerintah.