Hasil akhir MSCI 2026 Annual Market Classification Review dijadwalkan rilis pada 23 Juni 2026.

>>> PIHPS: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 per Kg, Telur Ayam Rp29.700

Aksi Korporasi: IPO Prodia dan Rights Issue Matahari

in1

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap menggelar Initial Public Offering (IPO). Perusahaan alat kesehatan ini tengah dalam fase book building sejak 18 hingga 23 Juni 2026.

PRDL menawarkan maksimal 522,90 juta saham baru atau 30,00 persen dari modal ditempatkan.

Dengan rentang harga Rp 100–120 per saham, perseroan membidik dana segar hingga Rp 62,75 miliar.

Struktur kepemilikan saat ini dipegang Prodia Utama sebesar 51,00 persen, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) 39,00 persen, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH 10,00 persen.

Sebagian besar dana IPO sebesar Rp 35,67 miliar atau 62,57 persen akan digunakan melunasi pokok fasilitas kredit di BCA dan Bank Panin.

Sisanya untuk belanja modal dan modal kerja.

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana melakukan rights issue. Perseroan melepas hingga 23,99 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham.

Jika seluruh hak diserap, MPPA berpotensi meraup dana hingga Rp 1,20 triliun. Dana sebesar Rp 780,00 miliar akan digunakan untuk belanja modal membeli aset properti strategis.

Rasio HMETD yang ditetapkan adalah 114:211.

Investor yang tidak mengeksekusi haknya pada periode 1–3 Juli dan 6–7 Juli 2026 akan terkena dilusi maksimal 64,92 persen.

PT Multipolar Tbk (MLPL) bertindak sebagai pembeli siaga dengan komitmen menyerap sisa saham tidak terjual hingga Rp 980,00 miliar.

>>> IHSG Melemah ke 6.172, Prodia Diagnostic Line Siap IPO

Langkah ini berpotensi menaikkan kepemilikan MLPL di MPPA dari 50,14 persen menjadi 80,15 persen.