Saham BBCA Turun 3,19%, Analis Maybank Rekomendasikan Beli dengan Target Rp 8.800
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot 3,19 persen ke level Rp 6.075 per saham pada penutupan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.
Penurunan ini sejalan dengan koreksi yang terjadi pada saham emiten perbankan berkapitalisasi besar lainnya.
>>> Lima Aksi Unjuk Rasa Padati Jakarta Pusat Hari Ini, 4.263 Personel Disiagakan
Meski demikian, analis Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chenlim, tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk BBCA dengan target harga Rp 8.800 per saham.
"Kami mempertahankan buy untuk BBCA dan target harga Rp 8.800, didukung oleh pertumbuhan laba yang konsisten," tulis Jeffrosenberg dalam riset pada 18 Juni 2026.
Target harga tersebut didasarkan pada valuasi 3,5 kali price-to-book value proyeksi tahun fiskal 2026.
Jeffrosenberg mengingatkan sejumlah risiko, seperti potensi penurunan kualitas aset kredit konsumer dan membengkaknya biaya operasional di luar estimasi.
Kinerja Keuangan BBCA Januari–Mei 2026
Laba bersih bank only BCA pada Januari hingga Mei 2026 mencapai Rp 25,7 triliun, naik 2,1 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini didorong oleh lompatan pendapatan non-bunga sebesar 10,1 persen menjadi Rp 13 triliun, sementara pendapatan bunga bersih sedikit terkoreksi 0,5 persen menjadi Rp 33 triliun.
Efisiensi biaya operasional membuat laba operasional sebelum pencadangan tumbuh 2,0 persen menjadi Rp 32,6 triliun.
>>> Minum Jamu Kunyit Asam Bisa Redakan Nyeri Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter
Beban pencadangan menyusut 13,6 persen, sehingga biaya kredit tetap rendah di level 0,3 persen.
Penyaluran kredit tercatat Rp 969 triliun, tumbuh 4,9 persen, sedangkan dana pihak ketiga melonjak 8,8 persen menjadi Rp 1.257 triliun.
Rasio dana murah (CASA) terjaga di level 85,1 persen berkat pertumbuhan giro dan tabungan.
Maybank Sekuritas memperkirakan margin bunga bersih sebesar 5,6 persen pada lima bulan pertama 2026 akan membaik bertahap, didukung imbal hasil instrumen investasi seperti SRBI dan obligasi.
Return on equity BBCA tercatat 21,6 persen dan return on assets 3,7 persen.
"BCA masih berada pada posisi yang sangat kuat untuk mempertahankan ketahanan laba sekaligus memiliki ruang ekspansi neraca," ujar Jeffrosenberg.
>>> Pemerintah Dorong Konsumsi Telur dan Ayam Lewat Program Makan Bergizi Gratis
Laba bersih BBCA diproyeksikan mencapai Rp 59,9 triliun pada akhir 2026, dan meningkat menjadi Rp 66,53 triliun pada 2027.
Update Terbaru
3 Aktivitas Seru untuk Memeriahkan Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:00 WIB
Baca Prediksi Lookism Chapter 613 Bahasa Indonesia, Arah Cerita Berubah!
Jumat / 19-06-2026, 09:00 WIB
Tak Bisa Diremehkan! Lookism Chapter 612 Masih Fresh, Cek Jadwalnya!
Jumat / 19-06-2026, 09:00 WIB
Timnas Jerman Temukan Ular Berbisa di Hotel Saat Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 08:59 WIB
IHSG 19 Juni 2026 Diprediksi Bergerak Setelah Melemah ke 6.172
Jumat / 19-06-2026, 08:59 WIB
DJBC Desak Importir Segera Pindahkan Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
Jumat / 19-06-2026, 08:59 WIB
Freeport Indonesia Serahkan Draf Divestasi Saham 12 Persen ke Pemerintah
Jumat / 19-06-2026, 08:58 WIB
Harga Emas Antam 1 Januari 2026 Tembus Rp2.434.671, Simak Tips Pemula
Jumat / 19-06-2026, 08:57 WIB
BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 08:56 WIB
PGN dan BRIN Luncurkan Program Minapadi Salin di Batang
Jumat / 19-06-2026, 08:56 WIB
Cara Cek Status Iuran dan Keaktifan BPJS Kesehatan Secara Online
Jumat / 19-06-2026, 08:56 WIB
4.264 Personel Gabungan Siaga Amankan Unjuk Rasa di Lima Titik Jakarta Pusat
Jumat / 19-06-2026, 08:56 WIB
Krisis Selat Hormuz Pangkas Proyeksi Laba Perusahaan Filipina dan Thailand
Jumat / 19-06-2026, 08:54 WIB
Jepang Catat Rekor Penurunan Angka Kelahiran Terendah Sepanjang Sejarah
Jumat / 19-06-2026, 08:54 WIB






