Guna menekan waktu inap kontainer (dwelling time) dan mengurangi kepadatan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengambil langkah tegas untuk mendorong perusahaan-perusahaan tersebut segera mengosongkan muatan mereka dari pelabuhan.

"Sehingga kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan," tutur Djaka.

in1

Menanggapi situasi tersebut, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyampaikan permohonan maaf.

>>> Kanada Tolak Masuk Elye Wahi karena Kasus Dugaan Pengaturan Pertandingan

Luther menjelaskan bahwa volume kontainer milik BYD hanya sebagian kecil dari total penumpukan, yang juga dipengaruhi faktor logistik, volume kedatangan tinggi, serta hari libur nasional.

"Namun BYD Indonesia telah berkoordinasi dengan seluruh pihak memastikan proses distribusi kontainer berjalan dengan baik," katanya dihubungi Kompas.

com, Kamis (18/6/2026).

Sebagai langkah percepatan, perusahaan otomotif asal China tersebut mengklaim telah mengoperasikan armada logistik tambahan serta menyiapkan fasilitas gudang penyimpanan sementara di area sekitar pelabuhan.

"Saat ini, kami telah menambah armada logistik company dan juga mayoritas kontainer yang tiba pada periode sebelumnya telah dipindahkan.

Kita juga sudah menyiapkan tempat simpan sementara di sekitar pelabuhan untuk percepatan pengeluaran kontainer," kata Luther.

Di sisi lain, Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian menyebutkan bahwa pihaknya baru mengetahui kabar penumpukan tersebut lewat media dan segera melangsungkan peninjauan internal.

Ricky mengakui Wuling sempat menghadapi kendala operasional pengangkutan pada awal Juni 2026, tetapi dalam skala kecil dan langsung ditangani.

"Kami dapat sampaikan, memang pada awal bulan Juni ini kami sempat mengalami gangguan operasional perihal pengangkutan kontainer dengan jumlah yang tidak terlalu banyak," kata dia dihubungi Kompas.

com, Kamis.

Ia memastikan bahwa seluruh unit kontainer milik Wuling Motors telah sepenuhnya keluar dari wilayah otoritas Pelabuhan Tanjung Priok sejak pertengahan bulan.

"Akan tetapi, kami telah berusaha untuk segera menyelesaikannya dan per tanggal 11 Juni lalu. Kami sudah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port.

>>> MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Informasi Pasar Saham Indonesia

Kami berharap ini bisa menjadi respon atas pemberitaan yang ada," ujar Ricky.