Sektor Semikonduktor Melonjak, Sentimen AS-Iran Dorong Wall Street Menguat
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu, didorong oleh lonjakan saham sektor semikonduktor dan meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Philadelphia Semiconductor melesat 6,4%, jauh melampaui performa pasar secara umum.
>>> CIO Danantara: Perdamaian AS-Iran Berdampak Positif bagi Ekonomi RI
Saham Intel melonjak 10,6% setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan Apple untuk bermitra dengan Intel dalam merancang dan memproduksi chip secara domestik.
Di sisi lain, investor menyambut positif meredanya tensi AS-Iran.
Harga minyak dunia merosot ke titik terendah sejak awal Maret setelah penandatanganan gencatan senjata sementara yang memperpanjang moratorium konflik selama 60 hari.
Penurunan harga minyak ini meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat memuncak akibat konflik sejak akhir Februari. Kelancaran pelayaran di Selat Hormuz turut memulihkan kepercayaan investor.
"Secara keseluruhan, paket data yang ada masih mendukung pasar meskipun The Fed kini terlihat sedikit lebih hawkish," kata Chief Investment Officer SignatureFD, Tony Welch.
Sektor Teknologi Pimpin Penguatan
Dari 11 sektor utama di S&P 500, lima sektor berakhir di zona hijau. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 2,7%, diikuti consumer discretionary yang tumbuh 1,8%.
Saham transportasi dan perjalanan ikut terkerek berkat prospek penurunan harga bahan bakar.
>>> Alphonso Davies Kembali Perkuat Kanada Hadapi Qatar di Piala Dunia 2026
Indeks Dow Jones Transport menguat 0,5%, sementara indeks Russell 2000 naik 2% dan menembus rekor penutupan tertinggi.
Sentimen positif juga didukung laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan penurunan klaim tunjangan pengangguran mingguan.
Namun, koreksi terjadi di sektor perangkat lunak dan layanan S&P 500 yang melemah 0,7% ke posisi terendah dua bulan.
Saham Accenture anjlok 18% akibat revisi turun target pendapatan tahunan, menekan saham Cognizant, Gartner, dan IBM.
Di sektor ritel, saham Kroger merosot 8,4% setelah kinerja keuangan kuartal pertama di bawah estimasi.
Saham SpaceX milik Elon Musk juga melemah 3,6% selama dua hari beruntun.
Volume perdagangan di bursa AS melonjak hingga 33,59 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari terakhir sebesar 21,83 miliar.
>>> Harga iPhone 15 Turun Hingga Rp2,5 Juta di iBox per Mei 2026
Lonjakan ini dipengaruhi momentum triple witching, yaitu kedaluwarsa simultan kontrak opsi dan berjangka.
Update Terbaru
Inter Milan Juara Coppa Italia Usai Kalahkan Lazio 2-0
Jumat / 19-06-2026, 06:44 WIB
Airlangga Minta Bank Himbara Tahan Suku Bunga Kredit
Jumat / 19-06-2026, 06:44 WIB
MSCI Soroti Penurunan Transparansi Bursa Saham Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 06:44 WIB
Pemerintah AS Batalkan Pembongkaran Sistem Pengamatan Laut US$386 Juta
Jumat / 19-06-2026, 06:44 WIB
Lima Zodiak Alami Lonjakan Energi Positif Kosmis, Ini Daftarnya
Jumat / 19-06-2026, 06:44 WIB
Nagita Slavina Resmi Jabat Komisaris Utama Klub Liga 2 Persikad Depok
Jumat / 19-06-2026, 06:42 WIB
Catatan Emas Setahun OST KPop Demon Hunters di Tangga Musik
Jumat / 19-06-2026, 06:42 WIB
PT Blue Bird Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp415 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 06:42 WIB
Timnas Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 06:42 WIB
Mentan Ancam Cabut Izin Impor Pengusaha Kedelai yang Naikkan Harga
Jumat / 19-06-2026, 06:41 WIB
BI Perketat Pembelian Dolar AS, Turunkan Batas Menjadi 10 Ribu
Jumat / 19-06-2026, 06:41 WIB
PT Surveyor Indonesia Tekankan Assurance untuk Keandalan Energi Nasional
Jumat / 19-06-2026, 06:41 WIB
Tips Memilih Perusahaan Asuransi untuk Perlindungan Finansial Optimal
Jumat / 19-06-2026, 06:40 WIB
CATL Kantongi Dua Paten Baru untuk Baterai EV Lebih Tahan Benturan
Jumat / 19-06-2026, 06:40 WIB






