Bukti digital yang kuat membuat Nagaraju mengakui perbuatannya.

Akibat serangan siber ini, NCS menderita kerugian materiil sekitar 917.832 dollar Singapura atau Rp11 miliar.

in1

NCS memastikan tidak ada data sensitif pelanggan yang bocor karena server yang dihapus hanya untuk pengujian software.

Pada Juni 2024, pengadilan Singapura menjatuhkan vonis hukuman dua tahun delapan bulan penjara kepada Nagaraju atas pelanggaran akses komputer ilegal.

Peristiwa ini menjadi peringatan tentang risiko insider threat bagi perusahaan teknologi. Celah keamanan rawan terjadi jika hak akses administratif mantan karyawan tidak segera dicabut setelah pemutusan hubungan kerja.

Pakar keamanan siber dari konsultan Waterstons menilai setiap organisasi wajib menerapkan prosedur offboarding yang ketat. "Semua akun, termasuk administrator, idealnya langsung dinonaktifkan setelah karyawan resign atau dipecat," ujarnya.

Perusahaan juga disarankan menerapkan prinsip least privilege, audit berkala akun administrator, serta menggunakan sistem manajemen kata sandi terpusat seperti Microsoft LAPS.

>>> BookCabin Travel Fair 2026 Hadir di Medan, Banyak Promo Tiket Pesawat

Perlindungan tambahan dapat diperkuat dengan autentikasi dua faktor dan pembatasan IP.