>>> Davor Suker Pastikan Luka Modric Kembali ke Real Madrid

Pola ini memungkinkan pemula memenuhi kebutuhan harian sekaligus menyiapkan perlindungan finansial masa depan.

in1

Teknik 40-30-20-10 menjadi alternatif bagi pemula yang memiliki tanggungan atau cicilan tetap lebih besar.

Pembagiannya: 40 persen kebutuhan pokok, 30 persen kewajiban dan cicilan, 20 persen tabungan, serta 10 persen hiburan.

Apabila pendapatan Rp 6.000.000 per bulan, alokasi kebutuhan pokok Rp 2.400.000, cicilan Rp 1.800.000, tabungan Rp 1.200.000, dan hiburan Rp 600.000.

Pendekatan ini menjaga anggaran tetap seimbang bagi yang memiliki komitmen cicilan bulanan.

Teknik berbasis tujuan menitikberatkan alokasi dana pada target spesifik, seperti dana pernikahan, biaya pendidikan, atau dana darurat. Penetapan target yang jelas membuat seseorang lebih konsisten dalam mengelola uang.

Misalnya, saat menargetkan dana darurat Rp 12 juta dalam setahun, wajib menyisihkan Rp 1 juta per bulan.

Pentingnya Tabungan dan Dana Darurat

Dana darurat memegang peran vital dalam struktur rencana keuangan pemula.

Ketersediaan dana ini berfungsi sebagai jaring pengaman saat menghadapi situasi tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan.

>>> OJK Terapkan Kebijakan Berbeda di Sektor PVML untuk Jaga Stabilitas

Pemula disarankan memulai pengumpulan dari nominal kecil terlebih dahulu, lalu meningkatkannya secara bertahap hingga setara beberapa bulan pengeluaran rutin.