Ribuan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, pada Selasa (16/6/2026) malam.

Mereka mengikuti prosesi tapa bisu dalam Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Be 1960.

in1

>>> Panin Bank Bagikan Dividen Tunai Rp1,01 Triliun, Rp42 per Saham

Upacara adat tahunan ini dihadiri sekitar 10.000 tamu undangan dan diikuti oleh sekitar 2.500 peserta.

Para peserta berjalan tanpa alas kaki mengelilingi kota.

Prosesi dimulai pukul 20.00 WIB, dipimpin oleh abdi dalem yang mengarak enam pusaka Mangkunegaran.

Pemberangkatan dilakukan setelah mendapat perintah dari KGPAA Mangkunegara X.

Partisipasi Anak Muda Meningkat

Evi, peserta asal Madiun, merasakan peningkatan partisipasi anak muda dalam tiga tahun terakhir.

"Menurut saya, itu membuktikan bahwa budaya dan generasi muda bisa saling berkolaborasi untuk menghidupkan sebuah tradisi," ujarnya.

>>> Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,99 Triliun untuk 2027

Evi menilai platform digital turut memperluas jangkauan informasi kebudayaan leluhur.

"Dengan adanya media sosial, budaya Jawa jadi lebih mudah dikenal. Semua kalangan bisa berkumpul dan merayakan kebudayaan bersama," kata Evi.

Jojo, peserta asal Kediri, memiliki motivasi personal untuk refleksi diri.

"Saya ingin merasakan langsung tapa bisu itu seperti apa dan mencoba bercermin tentang diri sendiri," ujarnya.

Selain faktor spiritual dan pelestarian budaya, aksesibilitas dan biaya ekonomis di Surakarta menjadi daya tarik.

>>> Biaya Ballroom Gedung Putih Trump Melonjak Jadi Rp 10,6 Triliun

Andra, perantau dari Jakarta, mengatakan Solo cukup bersahabat untuk wisatawan dengan penginapan terjangkau dan makanan mudah dicari.