Hubungan antara Abdul Wahid dan SF Hariyanto kemudian mengalami keretakan. UAS sempat berupaya melakukan mediasi melalui tokoh-tokoh senior Riau, namun tidak berhasil.

"Saya bilang ke Pak Arwin, kalau bisa mendamaikan keduanya saya akan datang. Tapi upaya mendamaikan tidak sukses," kata Abdul Somad.

in1

Dalam kesaksiannya, UAS juga menyinggung pertemuan dengan SF Hariyanto di sebuah kafe di Jalan Kartini. Pertemuan itu membahas kebiasaan Dani M Nursalam yang suka memungut uang.

Tindak lanjutnya, Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan surat edaran larangan pungutan liar.

Di akhir persidangan, UAS menegaskan bahwa dakwah membutuhkan sokongan kekuasaan dan regulasi. Ia mencari sosok pemimpin yang baik, jujur, dan amanah, dan itu ada pada Abdul Wahid.

Ia menilai tuduhan terhadap Abdul Wahid merupakan kezaliman karena tidak disertai barang bukti yang sah.

>>> Mantan Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto Meninggal Dunia

"Saya tidak pernah membela saudara kandung saya seperti saya membela Abdul Wahid, percayalah Abdul Wahid, Allah dan pertolongannya bersama engkau," kata Abdul Somad.