>>> Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dijual, Target 200 Juta Penonton

Krisis tersebut juga mempercepat minat terhadap pembangunan jalur pipa alternatif, pemanfaatan sumber energi domestik, serta pencarian tujuan investasi baru di sektor energi.

in1

Birol menyoroti bahwa dunia bergerak cepat menuju "era listrik", dengan pertumbuhan permintaan listrik tiga kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan energi secara keseluruhan.

"Pertumbuhan sektor listrik kini mendominasi segalanya," katanya.

Kekhawatiran terhadap keamanan energi akan semakin mendorong investasi pada energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai.

Terkait Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31) yang akan digelar di Turkiye tahun ini, Birol menilai ajang tersebut sebagai peluang besar.

Prioritas utama yang perlu didorong antara lain meningkatkan tingkat elektrifikasi global dari 25 persen menjadi 35 persen pada 2035, mengurangi limbah hingga setengahnya dalam 10 tahun, serta mempromosikan metode memasak yang lebih bersih di Afrika.

"COP31 merupakan peluang yang sangat besar. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepedulian kemanusiaan kita kepada dunia," ujar Birol.

"Bagi Turkiye, ini adalah peluang bersejarah sekaligus tanggung jawab bersejarah.

>>> Morgan Oey Resmi Jadi Duta Festival Film Indonesia 2026

Mengangkat kembali isu iklim yang belakangan semakin turun dalam agenda global merupakan langkah yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan."