Rumah produksi asal Korea Selatan, JJan E&M, resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan produksi Indonesia, Trois Films.

Kemitraan ini bertujuan mengembangkan proyek film kolaborasi yang melibatkan talenta dari kedua negara.

>>> BGN Hitung Ulang Usulan Anggaran Rp 270 Triliun, Dinilai Terlalu Besar

Sinergi ini menjadi babak baru dalam memperkuat hubungan industri kreatif antara Indonesia dan Korea Selatan.

Selain fokus pada produksi layar lebar, kemitraan ini juga mencakup distribusi konten, pertukaran talenta, hingga pengembangan teknologi produksi.

CEO JJan E&M, Choi Woo Young, menilai Indonesia menempati posisi yang sangat krusial dalam perkembangan industri hiburan Asia saat ini.

Pasar Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan pada konsumsi konten digital dan sektor bioskop.

"Saat ini pasar media global sedang berada di titik perubahan besar di mana konten lokal Asia semakin diutamakan dan berkembang," ujar Choi Woo Young di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Choi Woo Young melihat Indonesia sebagai negara dengan peluang terbesar karena didukung oleh populasi usia muda yang masif.

Struktur demografi tersebut membuat industri hiburan terus bertumbuh dan memikat investor maupun rumah produksi internasional.

"Khususnya pasar konten Indonesia dan Vietnam sangat menonjol karena pertumbuhan OTT mobile dan box office bioskop offline berkembang sangat pesat secara bersamaan, didukung oleh populasi muda yang besar," katanya.

Melihat potensi tersebut, JJan E&M memilih berkolaborasi dengan Trois Films untuk melahirkan karya yang tidak hanya membidik pasar domestik, melainkan mampu bersaing di kancah internasional.

"Kami sangat menantikan hari di mana karya yang kita bangun bersama akan menghubungkan Indonesia dan Korea, serta melangkah lebih jauh menyentuh hati penonton di seluruh dunia," lanjut Choi.