Ilusi Kerugian Bersih USD 39 Miliar

Laporan juga mencatat kerugian bersih hampir USD 39 miliar untuk 2025.

Namun, angka ini mengecoh karena sebagian besar berasal dari penyesuaian akuntansi satu kali terkait perubahan valuasi investor pasca-transisi OpenAI menjadi entitas for-profit.

Jika penyesuaian tersebut dikeluarkan, kerugian operasional inti perusahaan sebenarnya hanya sekitar USD 8 miliar.

Suntik Mati Sora dan Fokus ke B2B

Beban finansial yang berat memaksa eksekutif OpenAI mengubah strategi bisnis. Beberapa waktu lalu, OpenAI mematikan sejumlah inisiatif, termasuk proyek AI pembuat video, Sora.

Perusahaan kini mengetatkan fokus pada produk inti untuk pengembang dan pelanggan bisnis.

Namun, tantangan di sektor bisnis juga berat: banyak klien korporat memprotes skema harga berbasis token dan menuntut ROI yang lebih jelas.

Di sisi lain, persaingan dengan rival seperti Anthropic semakin menekan batas harga berlangganan.

Kepercayaan Investor Belum Goyah

Meski laporan keuangan berdarah-darah, kepercayaan investor terhadap Sam Altman dan tim tidak luntur.

Pada Maret 2026, OpenAI meraup pendanaan jumbo USD 122 miliar dengan valuasi perusahaan mencapai USD 852 miliar.

OpenAI berjanji akan mencapai titik impas dan mulai meraup keuntungan pada 2030. Saat ini, perusahaan masih dalam mode bakar uang untuk membangun fondasi.

>>> DBS Treasures Catat Laba Bersih Tumbuh 289 Persen, Nasabah Baru Melonjak

Pertanyaannya kini: sampai kapan pertumbuhan permintaan bisa mengimbangi atau melampaui biaya infrastruktur raksasa yang menopangnya?