"PI itu bukan hadiah gratis," tegas Benny. "Tujuan utamanya membangun kemitraan supaya daerah ikut membantu menjaga kelancaran operasi migas."

Melalui mekanisme carried interest, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menanggung porsi pembiayaan daerah.

Di sisi lain, investor membutuhkan kepastian usaha dari daerah, termasuk kejelasan lahan dan minimnya hambatan birokrasi.

>>> Aliansi Masyarakat Gelar Aksi Dukung Keberlanjutan Program MBG

Mantan Kepala BP Migas Kardaya Warnika menilai banyak pemerintah daerah yang masih menganggap PI 10 persen sebagai alat meraup keuntungan jangka pendek semata.

"Kalau tujuan daerah ingin mendapatkan pemasukan lebih besar, perjuangannya seharusnya di skema bagi hasil, bukan PI," ujar Kardaya.

Kardaya mengingatkan kepemilikan PI juga membawa risiko bisnis, di mana BUMD wajib ikut menanggung biaya operasi jika proyek membutuhkan modal tambahan.

Status BUMD adalah pemegang PI proyek, bukan pemegang saham perusahaan kontraktor.

Oleh karena itu, kenyamanan operasional bisnis hulu migas di daerah sangat perlu dijaga agar dapat menghasilkan keuntungan. "Kalau kita punya bisnis, yang kita harapkan itu untungnya.

Maka kondisi operasional bisnis harus dibuat nyaman supaya bisa untung," kata Kardaya. "Tapi kalau bisnisnya terus diganggu, maka bukan saja keuntungan yang berkurang tapi juga bisa bangkrut."

Target Produksi Nasional

Terkait target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari, Rinto menilai target itu memiliki dasar perhitungan.

Langkah pencapaiannya bertumpu pada eksplorasi, optimalisasi aset, dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

"Hitung-hitungan satu juta barel itu sudah ada dasarnya, paling tidak dia ada faktor-faktor yang menyebabkan akan bisa mengupayakan satu juta barel itu dapat terpenuhi," jelas Rinto.

Meski demikian, tantangan dan kendala di lapangan tetap berpotensi menghambat pemenuhan target tersebut.

Vice President IPA Ronald Gunawan melihat target produksi tersebut sebagai bentuk aspirasi positif di tengah dinamika investasi global.

"Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif.

Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru," ujar Ronald.

Langkah eksplorasi lapangan baru menjadi sangat penting mengingat banyak lapangan tua di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang mengalami penurunan produksi.

>>> Mita dan Dara The Virgin Reuni dalam Film Horor Tanah Sengketa

Beruntung, minat investasi sektor ini mulai menunjukkan tren peningkatan.