PT Pertamina (Persero) menjajaki peluang penguatan kerja sama teknologi hulu migas, digitalisasi, serta solusi rendah karbon bersama perusahaan teknologi energi global, SLB.

Langkah strategis ini dilakukan pada Selasa (9/6/2026) dengan memanfaatkan momentum kunjungan kenegaraan dan keterlibatan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Prancis.

>>> PT Superior Prima Sukses Tbk Catat Laba Rp84,11 Miliar di 2025

Kolaborasi teknologi tersebut dinilai memegang peranan penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menyokong transformasi sektor energi nasional.

Fokus Kerja Sama

Penjajakan ini berfokus pada berbagai area kerja sama teknis, termasuk studi bawah permukaan, perekahan multitahap (MSF), sumber daya nonkonvensional, dan peningkatan perolehan minyak (EOR).

Selain itu, aspek penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), pengembangan panas bumi, serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dan analitik juga menjadi fokus untuk optimasi operasional.

>>> Digital Edge Garap Kampus Pusat Data CGK Berdaya 145 Gigawatt

Wakil Direktur Utama & Deputy CEO PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menyatakan bahwa kemitraan ini penting untuk mendorong inovasi.

"Pertamina terus memperkuat kemitraan dengan pemain teknologi global untuk mendorong inovasi yang dapat meningkatkan kinerja operasional, mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi, serta mempercepat pengembangan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Oki Muraza.

Kedua organisasi kini telah menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperdalam kolaborasi tersebut.

>>> Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.058 Meski Rentan Melemah Kembali

Pertamina dan SLB selanjutnya akan menerjemahkan prioritas yang disepakati ke dalam program-program konkret demi mendukung transisi energi Indonesia.