PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp84,11 miliar pada tahun buku 2025.

Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang signifikan.

>>> Digital Edge Garap Kampus Pusat Data CGK Berdaya 145 Gigawatt

Laba bruto perusahaan mencapai Rp388,94 miliar.

Laba per saham dasar tercatat Rp9,44 per saham, dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp236,34 miliar.

Penjualan Bata Ringan Jadi Andalan

Manajemen BLES menyatakan bahwa penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) menjadi kontributor utama pendapatan. Optimalisasi jaringan distribusi dan kapasitas produksi di lima pabrik turut mendukung pertumbuhan.

"Pertumbuhan tersebut mencerminkan permintaan pasar yang tetap terjaga serta kemampuan Perseroan dalam mengoptimalkan jaringan distribusi dan kapasitas produksi," ujar perwakilan manajemen BLES.

Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp2,04 triliun per 31 Desember 2025, dari sebelumnya Rp1,84 triliun. Ekuitas naik dari Rp1,07 triliun menjadi Rp1,12 triliun.

>>> Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.058 Meski Rentan Melemah Kembali

Posisi kas dan setara kas melonjak menjadi Rp66,69 miliar, dibandingkan Rp41,42 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Investasi pada aset tetap mencapai Rp261,52 miliar untuk pengembangan fasilitas produksi.

Lima fasilitas produksi BLES berlokasi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara. Ekspansi ini bertujuan memperkuat jangkauan pasar bata ringan nasional.

Andrew, perwakilan manajemen, menambahkan, "Kami meyakini permintaan pasar terhadap material bangunan berkualitas akan terus bertumbuh.

Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, jaringan distribusi luas, serta fokus pada efisiensi dan inovasi, Perseroan optimistis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan."

>>> MTI Usul Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Tidak Diterapkan Merata

Ke depan, BLES akan melanjutkan strategi pertumbuhan secara prudent melalui penguatan operasional, peningkatan kualitas produk, dan ekspansi terukur untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.