Karena itu, ia meminta bupati, wali kota, hingga aparatur pemerintah ikut menyosialisasikan sensus kepada masyarakat. "Kita bisa memetakan tentang daerah kita, ekonomi Jawa Tengah gambarannya kayak apa.

Ini penting agar kita semuanya menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini adalah basisnya data," katanya.

Luthfi juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha dari UMKM hingga usaha rumah tangga, agar terbuka saat didata petugas sensus.

Ia memastikan data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya.

Data yang akurat, kata dia, akan menjadi pijakan agar pembangunan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat berjalan selaras.

>>> BI Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Acuan Lagi

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan jajaran BPS se-Jateng. Sensus yang dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 di Jateng melibatkan 36.891 petugas.