Agustinus Bambang Jusana Sakit Apa? Benarkah Akibat Sakit Jantung? Berikut Kronologi Tewasnya Dirigendi Indonesia

Dunia paduan suara Indonesia kehilangan salah satu figur yang selama puluhan tahun berada di balik lahirnya banyak prestasi di tingkat internasional. Dirigen Agustinus Bambang Jusana meninggal dunia pada Selasa (16/6) pukul 20.39 WIB di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, dalam usia 56 tahun.

Pria kelahiran Jawa Barat, 9 April 1970, itu dikenal luas sebagai pelatih dan konduktor yang mengantar berbagai kelompok vokal Indonesia tampil serta meraih penghargaan di sejumlah negara.

Perjalanan Bambang di dunia paduan suara berawal ketika menjadi anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung. Aktivitas yang mula-mula dijalani sebagai bagian dari kehidupan kampus kemudian berkembang menjadi bidang yang ditekuninya sepanjang hidup.

Ia memperdalam ilmu conducting secara formal dengan berguru kepada maestro dirigen Indonesia, Avip Priatna. Sejak saat itu, Bambang aktif membina dan memimpin berbagai kelompok vokal di sejumlah daerah.

Dalam proses latihan, Bambang dikenal detail dan disiplin. Namun, para penyanyi yang pernah bekerja bersamanya juga mengenalnya sebagai sosok yang akrab dan mudah bergaul. Baginya, kualitas sebuah paduan suara tidak hanya dibentuk oleh kemampuan teknis, tetapi juga kekompakan antaranggota.

Sepanjang kariernya, Bambang pernah menangani sejumlah paduan suara, antara lain Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha Bandung, Paduan Suara Institut Perbanas Jakarta, hingga Borneo Cantata Samarinda.

Di bawah arahannya, berbagai kelompok tersebut meraih prestasi dalam kompetisi internasional yang berlangsung di Yunani, Jerman, Spanyol, Italia, Austria, Malta, Singapura, dan Korea Selatan.

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya datang pada 2009 saat ia menerima penghargaan Best Conductor di Riva del Garda, Italia.