Sejumlah aransemen lagu daerah yang dikerjakannya juga mendapat perhatian luas. Di antaranya Yamko Rambe dari Papua dan Djanger dari Bali yang kerap dibawakan dalam berbagai penampilan di dalam maupun luar negeri.

Pada 2016, Bambang membawa Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha tampil dalam konferensi American Choral Directors Association (ACDA) Western Division di Pasadena, California.

 

Setahun kemudian, ia mengantar Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih gelar Grand Champion pada Malta International Choir Festival 2017.

Prestasi berikutnya hadir pada 2018. Paduan Suara Perbanas Jakarta memperoleh Gold Diploma di Florence, Italia, sementara Blue Singers Manado berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi di Jerman.

Karya yang terakhir banyak mendapat perhatian publik adalah Svara Deva Male Choir (SDMC), kelompok paduan suara pria yang dibentuknya pada 2014.

Pada International Bandung Choral Festival 2025, SDMC keluar sebagai Grand Prix Winner melalui penampilan aransemen lagu Zikr karya A.R. Rahman. Kelompok tersebut juga baru menyelenggarakan konser tahunan ketiganya bertajuk CYCLE pada Mei 2026 di Graha Swara Universitas Tarumanagara.

Ucapan Duka dari Rekan dan Murid
Kepergian Bambang memunculkan duka dari banyak tokoh musik paduan suara. Avip Priatna menyebut almarhum sebagai pribadi yang memberi sumbangsih besar bagi perkembangan paduan suara Indonesia.

"Kami mengenang Agustinus Bambang Jusana sebagai sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan paduan suara Indonesia," kata Avip dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6).

>>> Pentingnya Memilih Jaringan 4G LTE Saat Pasang GPS Tracker Mobil

"Dedikasi, visi, dan pengabdiannya telah membentuk serta menginspirasi banyak generasi. Warisan beliau akan terus selalu bergema dan sepantasnya Indonesia berterima kasih atas pengabdian dan dedikasinya," lanjutnya.