Pengiriman unit pertama dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini melalui jaringan dealer domestik. Kendaraan listrik compact ini dipasarkan dalam beberapa pilihan tipe dengan rentang harga yang kompetitif.

Harga eK Cross EV di Jepang dimulai dari Rp269 juta atau setara USD 15.200 untuk varian G Business Package.

Sementara varian tertinggi P trim dibanderol seharga Rp354 juta atau setara USD 20.000.

Konsumen di Jepang bisa mendapatkan mobil ini dengan harga lebih rendah berkat subsidi kendaraan listrik dari pemerintah setempat.

Insentif tersebut dapat memangkas harga beli hingga menjadi Rp207 juta atau setara USD 11.700.

Nominal harga tersebut membuat eK Cross EV berada di segmen yang sama dengan BYD Atto 1.

Model asal produsen Tiongkok itu menjadi rival terdekat dalam memperebutkan ceruk pasar mobil listrik terjangkau.

>>> Penggunaan Partisi Gipsum di Indonesia Diprediksi Terus Meningkat

Jika kendaraan berdimensi ringkas ini masuk ke pasar Indonesia dengan kisaran harga Rp200 jutaan, model ini dinilai dapat menjadi opsi transportasi harian sekaligus penyedia daya cadangan bagi keluarga muda.