"Ini untuk menampung para lulusan SMK, SMA umum, untuk bisa kita latih bersama Kementerian dengan program tadi, supaya ada value added bagi generasi penerus," ujar Akbar.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto mengatakan kerja sama ini mengintegrasikan Pemprov Banten, perguruan tinggi, SMK, dan PT KS.

Tujuannya menciptakan pekerja yang memiliki kemampuan dan siap ditempatkan di mana saja.

"Jadi, kita menuju satu era skill worker, pekerja migran kita, yang mana kita punya adik-adik yang produktif dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan di lintas negara," katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Septo Kalnadi mendukung langkah tersebut sebagai upaya mengatasi pengangguran.

Namun, ia berharap tenaga kerja yang masuk ke dunia usaha harus profesional sesuai kebutuhan.

>>> Transaksi Pembayaran Digital Tembus 5,22 Miliar pada Mei 2026

"Yang kita inginkan tentu jangan sampai ada diskriminatif, juga memberi kesempatan kepada semua orang yang sesuai dengan kualifikasinya," kata Septo.