Isu kedua yang ditunggu adalah kepastian mengenai kemungkinan pencabutan pembekuan atau freeze pasar Indonesia.

Pelaku pasar menanti peluang dibukanya kembali penambahan konstituen baru, migrasi saham antarindeks, serta penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF).

Apabila pembekuan ini resmi dicabut, deretan saham dengan kapitalisasi pasar besar berpotensi mendapatkan bobot yang lebih tinggi dalam indeks MSCI.

Kondisi ini berpeluang memicu aliran dana masuk tambahan ke pasar saham Indonesia.

Jadwal Rebalancing Rutin Sepanjang Tahun 2026

Di luar dua agenda besar pada Juni, MSCI secara berkala melangsungkan peninjauan dan rebalancing indeks sebanyak empat kali dalam setahun.

Langkah tersebut bertujuan memastikan indeks tetap merepresentasikan kondisi pasar terkini.

Proses rebalancing dilakukan lewat penyesuaian bobot saham berdasarkan kapitalisasi pasar terbaru, likuiditas, representasi sektor, serta penyaringan saham yang memenuhi kriteria.

Untuk sisa tahun 2026, agenda Index Review berikutnya jatuh pada Agustus 2026 yang berlaku efektif 1 September 2026.

Selanjutnya, MSCI juga mengagendakan Index Review November 2026 yang akan mulai berlaku efektif pada 1 Desember 2026.

>>> Politisi Demokrat Desak Transparansi Proyek Golden Dome Trump

Setiap keputusan investasi ini berdampak masif lantaran ada triliunan dollar AS dana investasi global yang menjadikannya sebagai acuan utama.