Nah supply ini kan akan masih tetap banyak gitu ya," terang Firman.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melalui lansiran dari media sosial resmi korporasi mengonfirmasi bahwa penentuan harga jual BBM nonsubsidi selalu mengacu pada indikator makro internasional.

"Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," ujar Simon dalam unggahan akun Instagram @pertamina, Kamis (11/6).

Melalui kebijakan penyesuaian terakhir, harga Pertamax (RON 92) tercatat berada di level Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter.

>>> Chery Luncurkan Robot Humanoid AiMOGA Mornine Berteknologi AI

Adapun untuk BBM subsidi, Pertamina memastikan harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.