Muhammadiyah Dorong Pemerintah Benahi Sistem Pengelolaan Makan Bergizi Gratis
Muhammadiyah mendorong pemerintah untuk membenahi sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai penting agar program tetap berjalan sesuai target strategis nasional.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M Nurul Yamin menyatakan bahwa kritik dan dinamika di lapangan harus dipandang positif.
>>> Pasar Saham Global Variatif, Harga Minyak Dunia Melemah
Hal itu menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat manajemen pelaksanaan program.
"Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.
Berbagai kritik harus dijadikan momentum berbenah untuk memperkuat sistem pengelolaan," kata Nurul Yamin.
Menurutnya, investasi jangka panjang dalam pemenuhan gizi masyarakat prasejahtera sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Upaya ini bukan sekadar aktivitas penyediaan makanan biasa.
Tiga Pilar Utama Pengelolaan MBG
Nurul Yamin menekankan tiga pilar utama yang wajib diterapkan secara ketat dalam pengelolaan MBG. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman dikonsumsi.
>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 dengan Fitur Multitasking dan Keamanan Baru
Kedua, tata kelola yang amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Prinsip pertama memastikan makanan yang disajikan memenuhi kriteria halal, baik, dan aman.
Pilar kedua menekankan tata kelola yang bertanggung jawab dan akuntabel, sedangkan pilar ketiga berfokus pada keberlanjutan program jangka panjang.
Muhammadiyah menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah demi menyukseskan program ini. Jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial siap digerakkan di berbagai daerah.
Dukungan tersebut berlandaskan pada nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang mengutamakan kemaslahatan umat serta pemberdayaan masyarakat. BPPGM mengingatkan bahwa indikator keberhasilan program tidak hanya soal jumlah penerima manfaat.
Peningkatan kapasitas pengelola, sistem pengawasan berkala, dan transparansi anggaran menjadi faktor yang tidak kalah penting.
>>> Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Penguatan tata kelola dan pengawasan yang ketat diharapkan mampu menjadikan program ini instrumen efektif untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Update Terbaru
Memaksimalkan Ibadah Puasa Asyura di Bulan Muharram
Kamis / 18-06-2026, 10:21 WIB
iCAR Siapkan Dua SUV Listrik Baru untuk Indonesia Tahun Ini
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
IHSG Ambles 1,1 Persen ke Level 6.152 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
IHSG Anjlok 1,14 Persen ke 6.150 pada Sesi I, Tertekan Antisipasi BI dan MSCI
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
Buang Sampah Sembarangan di Jaksel Bisa Kena Denda Rp500 Ribu
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
KPK: Fuad Hasan Masyhur Hadiri Pemeriksaan Ulang Kasus Kuota Haji
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
BPI Danantara dan BP BUMN Percepat Merger Asuransi Pelat Merah
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur di Indonesia, Laptop Dual Layar OLED Rp129 Juta
Kamis / 18-06-2026, 10:16 WIB
Cristiano Ronaldo Gagal Bersinar, Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1
Kamis / 18-06-2026, 10:16 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp30 Ribu Per Gram pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB
Marcus Rashford Rela Ubah Kontrak Demi Bertahan di Barcelona
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB
Nilai Matematika TKA Rendah, Pembenahan Pembelajaran di Sekolah Perlu Dilakukan
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB
4 Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kesehatan Jantung
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB






